Biar Gak Malu-maluin! Panduan Cara Makan Sushi Benar Ala Orang Jepang
Banyak orang menganggap menyantap hidangan khas Jepang sebagai pengalaman kuliner yang sangat istimewa. Namun, masyarakat Jepang sebenarnya memiliki aturan tak tertulis yang sangat ketat saat mereka makan di kedai sushi. Memahami cara makan sushi benar bukan sekadar soal gaya, melainkan cara Anda menghormati itamae (chef sushi) yang sudah menyiapkan hidangan dengan presisi tinggi.
Sering kali kita melihat pengunjung mencelupkan seluruh bagian nasi ke dalam kecap asin hingga teksturnya hancur berantakan. Padahal, kesalahan kecil tersebut dapat merusak cita rasa autentik yang ingin sang koki sampaikan kepada pelanggan. Oleh karena itu, artikel dari crs99 ini hadir untuk memandu Anda mengenal etika makan sushi yang tepat agar pengalaman kuliner Anda terasa lebih elegan.
Sumpit atau Tangan? Pilih yang Nyaman!
Banyak orang sering merasa ragu apakah mereka harus selalu menggunakan sumpit saat menyantap sushi di restoran. Faktanya, tradisi asli Jepang memperbolehkan Anda menggunakan tangan langsung untuk menikmati jenis Nigiri (nasi dengan irisan ikan di atasnya). Penggunaan tangan justru memudahkan Anda merasakan tekstur nasi tanpa harus merusak bentuknya yang lembut dan rapuh.
Meskipun demikian, mayoritas pengunjung di restoran modern tetap memilih sumpit sebagai alat makan utama mereka. Jika Anda memilih menggunakan sumpit, pastikan Anda menjepit bagian ikan dan nasi secara bersamaan dengan tekanan yang lembut. Namun, khusus untuk menu Sashimi, Anda wajib menggunakan sumpit karena menyentuh potongan ikan mentah secara langsung merupakan tindakan yang kurang sopan.
Rahasia Mencelupkan Shoyu: Fokus pada Ikan
Kesalahan paling umum dalam menerapkan cara makan sushi benar adalah membiarkan nasi menyerap terlalu banyak shoyu (kecap asin). Biasanya, koki sushi sudah membumbui nasi dengan campuran cuka, gula, dan garam yang sangat seimbang. Jika Anda mencelupkan bagian nasi ke dalam kecap, butiran nasi akan cepat hancur dan rasa asin yang dominan akan menutupi rasa asli ikan.
Langkah yang benar mengharuskan Anda membalik posisi sushi secara perlahan sehingga bagian ikan berada di posisi bawah. Kemudian, tempelkan sedikit saja ujung ikan tersebut ke dalam mangkuk kecil berisi shoyu. Dengan teknik ini, rasa kecap asin hanya akan memperkuat aroma laut dari ikan tanpa merusak struktur nasi yang sudah koki susun sedemikian rupa.
Fungsi Penting Jahe Merah (Gari) sebagai Pembersih
Pernahkah Anda memperhatikan tumpukan irisan jahe tipis berwarna merah muda di piring sushi Anda? Masyarakat Jepang menyebut jahe ini dengan istilah Gari. Banyak orang sering salah mengira bahwa mereka harus memakan gari sebagai topping bersamaan dengan sushi dalam satu suapan. Sebenarnya, gari memiliki peran fungsional yang jauh lebih penting dalam tradisi kuliner negeri sakura tersebut.
Fungsi utama gari adalah membersihkan palet rasa pada lidah Anda setiap kali ingin berganti jenis ikan. Setelah Anda menyantap satu jenis sushi yang berlemak, lidah mungkin masih menyimpan sisa rasa minyak dari ikan tersebut. Oleh karena itu, makanlah sepotong kecil jahe sebelum Anda berpindah ke jenis sushi berikutnya. Cara ini membuat lidah Anda kembali segar dan siap mengecap profil rasa unik dari potongan ikan yang berbeda.
Jangan Campur Wasabi ke Dalam Shoyu
Satu kebiasaan yang sangat sering muncul di Indonesia adalah mencampur wasabi langsung ke dalam piring kecap asin. Bagi para koki tradisional Jepang, tindakan ini sebenarnya kurang mereka sukai karena dapat merusak aroma tajam wasabi yang sangat khas. Biasanya, koki sudah menyelipkan sedikit wasabi di antara nasi dan ikan dengan takaran yang sudah sangat pas.
Jika Anda merasa kurang pedas, ambillah sedikit wasabi menggunakan ujung sumpit dan letakkan langsung di atas potongan ikan. Setelah itu, barulah Anda mencelupkan bagian ikan tersebut ke dalam cairan shoyu. Cara ini menjamin Anda mendapatkan sensasi pedas yang menusuk hidung secara instan tanpa mengganggu keseimbangan rasa kecap asin yang ada di piring Anda.
Urutan Makan: Mulailah dari Rasa yang Ringan
Menerapkan cara makan sushi benar juga mencakup urutan jenis ikan yang Anda santap selama sesi makan berlangsung. Para ahli kuliner menyarankan Anda untuk memulai dari ikan yang memiliki rasa ringan, seperti ikan berdaging putih atau shiromi. Selanjutnya, Anda bisa melanjutkan petualangan rasa ke jenis ikan yang lebih kaya lemak seperti tuna atau salmon.
Urutan terakhir biasanya menjadi jatah bagi sushi yang memiliki rasa manis atau sushi yang sudah melalui proses pembakaran (aburi). Selain itu, sushi yang menggunakan nori seperti Gunkan juga sebaiknya Anda santap di bagian akhir agar rumput lautnya tetap renyah. Menutup sesi makan dengan sup miso hangat atau telur dadar manis (Tamago) merupakan tradisi yang sangat umum orang Jepang lakukan.
Kesimpulan dan Etika Akhir
Memahami etika dasar ini tentu akan meningkatkan kepercayaan diri Anda saat berkunjung ke restoran sushi autentik di mana pun. Selain teknik makan yang benar, pastikan Anda juga mengucapkan “Itadakimasu” sebelum memulai makan sebagai bentuk rasa syukur. Jangan lupa juga untuk mengucapkan “Gochisousama deshita” kepada koki setelah Anda selesai menyantap semua hidangan yang tersaji.
Baca Juga: Rekomendasi Sushi Murah Rasa Premium yang Cocok untuk Anak Muda
Satu tips terakhir, usahakan Anda memakan sushi dalam satu kali suapan saja agar semua elemen rasanya menyatu sempurna. Memotong satu buah sushi menjadi dua bagian merupakan tindakan kurang sopan karena hal itu merusak karya seni yang koki buat. Dengan mengikuti panduan ini, Anda tidak hanya menikmati hidangan lezat, tetapi juga menghargai budaya Jepang dengan cara yang sangat terhormat.